ULASAN singkat tim jagoan pada EURO 2012

8 Jun

Genderang Euro 2012 di Polandia-Ukraina, melihat peluang juara di Euro nanti?

Berikut  ulasan singkat tim jagoan pada EURO 2012 ini

Jerman
Salah satu frase yang paling saya ingat di dunia sepak bola adalah “Karena Jerman adalah Jerman”. Tak salah sepertinya, karena meski harus terseok-seok untuk dapat meraih tiket ke putaran final, namun dengan cara meyakinkan, Jerman selalu stabil menjadi tim ‘besar’.

Mental Jerman memang spesialis turnamen, kendati di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan lalu mereka berangkat dengan mayoritas skuad yang masih ‘hijau’. Tetapi justru kehadiran pemain muda mereka malah sanggup mencuri perhatian, sebut saja Mesut Ozil dan Thomas Muller yang akhirnya terpilih menjadi pemain muda terbaik turnamen.

Kematangan pemain-pemain Piala Dunia silam akan coba dipadukan dengan darah muda baru macam Mario Goetze maupun Toni Kroos oleh Joachim Loew. Jika tak ada kejadian spesial rasa-rasanya Der Panzer yang bakal angkat trofi kali ini, mengambil alih tahta Spanyol, meski mereka tergabung di Grup maut bersama Belanda, Portugal dan Denmark.
aya rasa Euro kali saat yang tepat bagi Der Panzer untuk menuntaskan ‘dendam’ mereka setelah gagal menjelang garis finis di dua turnamen besar terakhir, Euro 2008 dan Piala Dunia 2010. Dengan mayoritas dihuni para pemain dalam masa paling produktif mereka, kita akan menyaksikan generasi emas Die Mannschaft bakal unjuk gigi di Polandia-Ukraina.

Perpaduan para pemain senior berpengalaman dengan pemain muda yang juga mulai matang di klub masing-masing, membuat Jerman layaknya mesin perang yang siap menyalak keras di Euro nanti. Lini belakang yang terbukti solid dengan sejumlah pemain yang bermain bersama di Bayern Munich macam Manuel Neuer, Philipp Lahm, Jerome Boateng dan Holger Badstuber, akan menjadi tumpuan bagi Ozil cs di lini tengah untuk menyalakan mesin perang Panzer.

Lini tengah Jerman akan menjadi krusial bagi barisan penyerang Der Panzer. Beruntung bagi Jerman, mereka memiliki talenta yang dimatangkan di level kompetisi seperti Mesut Ozil dan Sami Khedira sudah matang di tangan Jose Mourinho, melejitnya Mario Goetze bersama Borussia Dortmund serta pengalaman Bastian Schweinsteiger, Toni Kroos dan Thomas Muller. Untuk lini depan, Mario Gomez, Lukas Podolski dan Miroslav Klose yang sudah membuktikan kapasitasnya ketika bermain untuk timnas. Semua elemen diatas layak menjadikan Jerman favorit juara di Euro 2012 nanti, tak peduli mereka tergabung dalam grup neraka.
Saya menjagokan Jerman sebagai kandidat Jawara Euro 2012 dengan pengalaman kegagalan pada Euro 2008 dan Piala Dunia 2010. Kegagalan di dua ajang besar sebelumnya tentu akan menjadi guru yang berharga bagi skuad Der Panzer yang kualitas pemainnya sangat merata.

Di lini pertahanan, Manuel Neuer akan bekerjasama dengan Philipp Lahm, Jerome Boateng dan Holger Badstuber sebagai gambaran kokohnya tembok Berlin. Sementara lini tengah Jerman tentu akan banyak berharap kepada Mesut Ozil dan Sami Khedira untuk dapat memberikan servis yang cantik untuk barisan lini depan timnas Jerman. Tak ketinggalan juga peran bintang baru Mario Goetze yang bersinar musim ini dengan mengantarkan Borussia Dortmund menjadi juara Bundes Liga dapat menular ke timnas.

Untuk barisan tukang gedor Jerman tidak usah diragukan lagi nama Mario Gomez, Lukas Podolski dan Miroslav Klose diharapkan dapat mengoyak jala setiap lawan yang akan mereka jumpai nanti. Semoga tahun ini menjadi tahun kebangkitan untuk Philipp Lahm cs.
Inggris
Inggris “The Three Lions”, meski persiapan tim menuju Euro kali ini diterpa sejuta masalah, tak lantas membuat skuad The Three Lions keluar dari nominasi juara.

Sebagai negara yang mengklaim tempat lahirnya sepak bola, Inggris memiliki permainan yang berkarakter kuat. Invasi pemain luar di EPL tak lantas membuat Inggris kehilangan ciri khas permainan kick and rush yang selama ini memang melekat kuat. Pemain dengan tipe petarung macam Steven Gerrard, Scott Parker dan Wayne Rooney semakin memperkuat karakteristik Inggris.

Sayang suksesi di kursi pelatih membuat sepak bola negara Ratu Elizabeth menjadi limbung. Mayoritas publik Inggris menyebut Roy Hodgson tak layak menjadi nahkoda Gerrard dkk, meski mantan pelatih Liverpool dan WBA ini mempunyai pengalaman segudang. Dicoretnya Barry dan Lampard dari skuad karena cedera serta absennya Rooney di dua pertandingan awal jelas mereduksi peluang Inggris. Tetapi jika pemain Inggris mampu menyatu menyuguhkan permainan terbaik mereka dan tak semata mengejar popularitas, tak diragukan lagi, Inggris bakal menjadi kekuatan yang menakutkan

Italia
Azzurri, seperti biasa, kuat dengan pertahanan grendel khas Italia. Tak berlebihan rasanya, di fase kualifikasi, gawang mereka hanya bergetar dua kali, dan itu merupakan catatan terbaik dari semua kontestan yang ada. Sosok Giorgio Chiellini dan Gianluigi Buffon menjelma menjadi pemain kunci pertahanan Italia.

Dengan barisan pertahanan yang kuat, maka pemain lain bisa lebih leluasa membangun serangan. Hal ini membuat Andrea Pirlo, yang saat ini diplot sebagai ruh permainan Italia mempunyai cukup waktu untuk memainkan skema menyerang yang sudah dirancang Cesare Prandelli. Pirlo tak bekerja sendiri mengatur serangan, ada Daniele De Rossi yang akan bekerja layaknya satelit untuk memastikan Pirlo bisa menuntaskan pekerjaannya.

Skandal kasus pengaturan skor yang menimpa persiapan Italia bisa menjadi berkah yang tersembunyi, sama seperti ketika Azzurri memenangkan trofi Piala Dunia dalam hantaman skandal Calciopoli. Italia masih kandidat kuat juara Euro kali ini, tetapi tentu bukan hanya itu yang menjadi satu-satunya alasan, revolusi yang berhasil dilakukan Cesare Prandelli menjadikan Italia tak hanya piawai bertahan tetapi kini juga aktif menyerang.

Mengadopsi permainan tiki-taka milik Spanyol ke dalam skuad Azzurri, Prandelli menciptakan skema aliran bola yang lebih hidup dengan Andrea Pirlo sebagai poros serangan. Dengan pertahanan tangguh yang dikomando Buffon dan Chiellini menjadikan Italia sebagai tim yang lebih menakutkan. Termasuk juga dengan barisan penyerang yang mereka miliki di lini depan.

Mario Balotelli, Fabio Borini, Antonio Cassano, Antonio Di Natale, dan Sebastian Giovinco masing-masing mempunyai karakter yang berbeda hingga memudahkan Prandelli untuk meracik strategi. Tak hanya itu, striker Italia di gelaran Euro kali ini juga bisa bermain sebagai sayap sehingga semakin sulit bagi lawan untuk memprediksi pergerakan mereka. Di tangan Prandelli, Italia kini seolah menemukan rasa baru dengan tidak hanya mengandalkan pertahanan yang kokoh, tetapi juga aliran bola dari kaki ke kaki serta pergerakan acak striker mereka di lini depan. Satu yang menjadi masalah pada skema ini, adalah ketergantungan mereka kepada Pirlo sebagai otak serangan, jika gelandang Juventus ini dimatikan, sulit untuk melihat ada pemain Italia lainnya yang bisa menggantikan tugas mengatur serangan sebaik Pirlo.

Di lini depan, striker yang dipanggil Prandelli kali ini jelas merupakan anak terbaik bangsa. Kualitas Mario Balotelli, Fabio Borini, Antonio Cassano, Antonio Di Natale, dan Sebastian Giovinco seolah menjadi garansi di lini depan karakter permainan mereka masing-masing. Disini dibutuhkan pelatih cerdas seperti Prandelli untuk memainkan striker sesuai dengan kebutuhan tim dalam meladeni permainan lawan di gelaran Euro mendatang.

Spanyol
Mampu merebut trofi Piala Eropa dan Piala Dunia secara beruntun jelas melambungkan popularitas Spanyol. Dan berbicara tentang kekuatan Spanyol, tentu tak bisa lepas dari dua klub terbaik dunia saat ini, Barcelona dan Real Madrid.

Keindahan permainan Barcelona akan berpadu dengan determinasi dan efektifitas permainan Real Madrid. Inilah kunci sukses Spanyol dalam dua perhelatan akbar sebelumnya, Piala Eropa 2008 dan Piala Dunia 2010. Kekuatan inti Spanyol memang terletak di lini tengah, dimana terdapat deretan nama gelandang berkualitas tinggi seperti Xavi, Andreas Iniesta, Cesc Fabregas, Xabi Alonso dan David Silva. Tak hanya berkualitas tetapi para gelandang Matador ini bisa bersinergi guna meniupkan ruh permainan La Furia Roja hingga siap menjadi pelayan siapapun yang diturunkan sebagai predator di lini depan.

Kelemahan Spanyol tampaknya kali ini tampaknya berada di lini depan. David Villa yang menjadi pencetak 7 gol Spanyol di babak kualifikasi dipastikan absen di perhelatan kali ini. Namun ledakan Alvaro Negredo, Fernando Llorente hingga ‘kebangkitan’ Fernando Torres tetap layak untuk dinanti.

Portugal
Talenta hebat terus bermunculan dalam skuad Portugal, hingga tim yang dijuluki Samba-nya Eropa kini menjelma menjadi tim kuat yang dihuni para pemain dengan skil di atas rata-rata.

Siapa yang tak kenal Cristiano Ronaldo, Nani, Raul Meireles, Fabio Coentrao, Pepe hingga Ricardo Costa. Para pemain tersebut selalu menjadi tumpuan di klub yang mereka huni saat ini. Tak hanya itu, pemain-pemain yang masih bermain di liga domestik juga tak kalah hebat. Joao Moutinho, Nelson Oliveira dan Silvestre Varela mampu terus menarik perhatian tim-tim elit di Eropa.

Undian grup yang menempatkan mereka di grup neraka pun saya kira bukan sebuah masalah besar bagi skuad seleccao. Dengan kekompakan dan sedikit mengesampingkan ego kebintangan mereka, trofi juara bukan tak mungkin bisa diraih oleh skuad asuhan Paulo Bento ini.

Belanda
Momen Euro kali ini akan menjadi momen pembuktian bagi para pemain Belanda untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Gelar “Juara Tanpa Gelar” yang sering disandang oleh Belanda sudah saatnya ditinggalkan.

Beberapa pemain andalan Belanda telah mencapai level tertinggi bersama klub mereka seperti Robin van Persie (pencetak gol terbanyak Liga Premier), Arjen Robben (finalis Liga Champions), Nigel de Jong (juara Liga Premier), dan Rafael van Der Vaart (nyaris membawa Tottenham lolos ke Liga Champions). Kini mereka akan bersatu untuk membantu Belanda meraih trofi Euro 2012.

Peluang tersebut akan makin besar jika mereka mampu lolos dari grup maut yang mereka huni. Belanda tentunya takkan melewatkan kesempatan untuk dapat membalaskan kekalahan menyakitkan mereka dari Spanyol di final Piala Dunia 2010. Laten we vechten!

Prancis
Perjalanan Prancis yang tidak begitu mulus di fase kualifikasi menjadi bukti betapa beratnya menyatukan kembali tim yang terlanjur terbelah. Solusinya, pelatih baru Les Bleus, Laurent Blanc membuka pintu bagi talenta-talenta baru untuk bergabung dengan skuadnya.

Badai cedera yang mereduksi kekuatan pertahanan Les Bleus, namun dengan absennya Younes Kaboul, Eric Abidal, dan Bacary Sagna di Euro nanti bisa jadi berkah tersembunyi. Karena konsekuensinya, mereka harus menguasai bola dan menyerang. Kita mungkin akan melihat permainan paling atraktif Prancis di Euro nanti, terutama jika melihat lini tengah Prancis akan diisi oleh pemain-pemain kreatif dengan visi mencetak gol yang tinggi. Samir Nasri atau Yann M’Vila bisa membantu mengatur keseimbangan di lini tengah kala winger cepat macam Franck Ribery atau Florent Malouda mengoyak lewat sisi sayap.

Puncaknya, Prancis punya Karim Benzema yang lagi bersinar bersama Real Madrid. Dia bisa dimanja oleh support melimpah dari lini tengah, atau menjadi pengalih perhatian ketika para gelandang haus gol Prancis mengincar gawang lawan. Jika tak nyaman bermain bertahan, kenapa mesti takut menyerang?

Siapa yang jadi JUARA EURO 2012?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: