CCTV Internet

29 Aug

Evolusi teknologi network saat ini telah mempengaruhi bagaimana manusia berinteraksi dan berkomunikasi. Akibatnya, teknologi network juga mempengaruhi berbagai teknologi lainnya menuju dimensi baru dalam berinteraksi. Hal ini juga terjadi dalam surveillance technology(CCTV). Kemajuan dan penggunaan network teknologi (Intranet and Internet) secara meluas membuat teknologi ini menjadi alternatif medium transmisi yang efektif. Artikel ini mencoba membantu pembaca untuk memahami penggunaan teknologi network (Intranet / Internet) untuk diintegrasikan dengan surveillance technology.

Tradisional Analog CCTV Teknologi menggunakan Coaxial Cable sebagai medium untuk mengirimkan streaming video menuju alat perekam ataupun monitor. Untuk mengintegrasikan teknologi network dengan CCTV Teknologi maka analog data yang dikirim oleh CCTV harus dikonversi menjadi data digital. Proses dari analog menjadi digital ini dapat dilakukan pada berbagai fase / tahap seperti terlihat pada diagram di bawah ini.

 

CCTV Internet Intranet Diagram

Seperti terlihat pada diagram di atas streaming video yang dikirim melalui network protocol (TCP/IP) harus dalam bentuk data digital. Pada Analog Camera proses konversi ini dilakukan secara external oleh Video Server sedangkan pada IPCamera, proses ini dilakukan secara internal didalam kamera. Setelah dikonversi menjadi data digital, data ini perlu di format kedalam paket data yang sesuai dengan standard network protocol (TCP/IP). Selanjutnya, data yang dikirim melalui protokol TCP/IP dapat diakses melalui Intranet ataupun Internet. Setiap komputer (PC, PDA, Laptop) yang terhubung ke dalam jaringan Intranet / Internet akan dapat mengakses video yang dihasilkan oleh CCTV Camera.

Video yang diakses melalui network dapat dilakukan dengan 2 cara:

  1. Download: data video dikonversi menjadi digital dan disimpan dalam bentuk file. Proses download digunakan bila kita ingin melihat hasil rekaman diwaktu lampau.
  2. Streaming: data video yang dihasilkan oleh CCTV Camera langsung dikonversi dan dikirim melalui jaringan network. Proses ini memungkinkan kita memonitor kamera secara real time. Karena data video memiliki ukuran yang sangat besar, proses streaming ini memerlukan bandwith network yang sangat besar agar dapat menampilkan video secara real time.

Karena besarnya ukuran video yang harus dikirim melalui infrastruktur network baik dengan cara download ataupun streaming, maka data yang dikirim ini harus dapat dikompresi terlebih dahulu sedemikan rupa sehingga cukup kecil untuk dapat dikirim melalui kapasitas infrastruktur yang ada dan dengan kualitas yang cukup baik untuk security monitoring.

Setiap kamerayang dapat berkomunikasi melalui protokol network (TCP/IP) telah dapat diakses melalui Intranet maupun Internet. Akan tetapi untuk dapat mengakses kamera melalui Internet, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan pada jaringan internet yang terhubung dengan kamera:

  1. Kapabilitas Jaringan Internet: jaringan internet yang dapat digunakan harus dapat menerima incoming request, hal ini perlu diperhatikan karena banyak Internet Service Provider memblokir incoming request sehingga tidak memungkinkan kamera diakses dari jaringan internet.
  2. Kapasitas Jaringan Internet: mengirimkan data video melalui jaringan internet memerlukan bandwith yang besar. Sebagai gambaran, untuk mengirimkan video berukuran 352×288, 15 frames/second, akan memerlukan dedicated bandwith 173 Kbps. Jumlah bandwith tentunya akan semakin besar bila jumlah kamera semakin banyak dan kualias yang diharapkan semakin baik.
  3. Keamanan Jaringan Internet: karena akses jaringan internet terbuka untuk publik, maka faktor keamanan menjadi salah satu faktor yang sangat penting untuk diperhatikan. Setiap kamera yang terhubung ke Internet harus terproteksi dibelakang firewall sehingga tidak mudah untuk dideteksi dan diakses secara ilegal. Permasalahan yang kerap muncul adalah untuk dapat mengirimkan data video melalui download ataupun streaming memerlukan akses port khusus, dimana akses port ini tentunya harus dibuka. Hal ini tentunya menambah resiko keamanan. Untuk meminimalisir resiko keamanan yang mungkin terjadi, akses terhadap open port ini harus dibatasi, dan kalau mungkin akses dari internet terhadap kamera ini juga dibatasi pada domain / ip tertentu. Untuk meningkatkan keamanan data video yang dikirim melalui internet, data yang dikirim dapat di-enkrip terlebih dahulu.

Menghubungkan CCTV Camera ke jaringan Intranet / Internet memungkinkan infrastrutur keamanan yang lebih terpadu dengan infrastruktur komunikasi lainnya. Dengan terhubung ke jaringan network, akses terhadap CCTV Camera juga akan menjadi lebih fleksibel dan luas. Akan tetapi, kemudahan ini juga harus diikuti dengan penerapan standar kemanan yang lebih baik untuk mencegah ilegal akses ataupun bocornya informasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: