UKURAN PELEK DAN BAN

5 Mar

 

Lepas booming “ban cacing” dengan ukuran ceking, belakangan banyak pengendara sepeda motor bangga dengan ban oversize. Ironis! Tidak direkomendasikan, tetapi bisa menjadi tren.

Anggapan salah pun terjadi bahwa “semakin lebar tapak ban, daya cengkeramnya semakin kuat”. Rumus ini benar untuk mobil. Jika diterapkan pada sepeda motor, ban itu harus diimbangi dengan pasanganya, yaitu pelek yang juga lebar. “Jangan mengganti bannya doang. Pelek juga harus dilebarkan agar ban tidak mengotak,”.

tips yang aman dalam mengubah ukuran ban:

1. Jangan pernah memasang ban lebar tanpa mengganti pelek yang sesuai. Jika dipaksakan, maka permukaan ban tidak menyentuh jalan secara maksimal. Kemungkinan, hanya bagian tengah. Dampaknya, daya cengkeram ban berkurang drastis.

2. Perhatikan selisih ideal antara ukuran lebar ban dan pelek. Biasanya, naik dua tingkat. Misalnya, pelek standar  lebarnya 2,75 inci, ban standar 3 inci. Maksimal untuk ukuran ban adalah 3,25 inci atau setara 100/90. Lalu jika pelek 3,25 inci, maka ukuran ban maksimal 4 inci atau 120/70mengubah ukuran ban.

3. Jika ukuran ban dan pelek sudah pas, maka perhatikan lebar lengan ayun (swing arm). Jangan memodifikasi lengan ayun standar. Lebih baik menggantinya dengan yang lebih lebar (dari limbah moge).

4. Amati jarak bibir terluar ban dengan rantai. Jangan sampai ban sudah masuk ke lengan ayun, tetapi menempel di rantai. Ukur dahulu jarak ini sebelum menentukan ukuran ban yang akan dipakai.

5. Ganti sproket roda belakang dengan ukuran lebih besar agar traksi tetap mantap!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: