Archive | March, 2017

Surat Ijin Pemakaman Jakarta

29 Mar

Surat Ijin Pemakaman Jakarta

Bulan maret yang lalu saya mengurus perpanjangan ijin pemakaman ayah saya yang di makamkan di TPU menteng pulo jakarta. Surat ijin Pemakaman harus di perbaharui per 3 tahun.
Sewa tanah makam untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun

3 tahun yang lalu saya mengurus surat ini hanya ke kantor administrasi TPU membawa surat ijin yang lama dan membayar biayanya, beberapa menit kemudian surat pun jadi.
Dengan adanya peraturan yang baru peraturan “Satu pintu” (katanya) sejak tahun 2015. Saya harus mengurus surat pengantar di kantor administrasi TPU (pintu pertama) kemudian membawanya ke kelurahan terdekat atau kelurahan mana saja di jakarta dengan membawa photocopy Karu Keluarga dan photocopy KTP.
Dari keluarahan (pintu ke dua) ada restribusi yang harus di bayar melalui bank DKI (Jika anda mempunyai ATM Bank DKI, anda bisa melakuka pembayaran melalui ATM). Kemudian setelah anda membayar biaya restribusi dari Bank DKI (Pintu ke tiga) anda di haruskan kembali lagi ke kantor kelurahan yang tadi tempat anda mendapat surat pengantar untuk restribusi dengan melampirkan tanda bukti pembayaran. Dan surat pengantar yang sudah anda tanda tangani di atas materai 6000.
Tunggu beberapa saat nama anda akan di pannggil dan surat perpanjangan ijin pemakaman selesai………..STOP jangan senang dulu masih ada langkah selanjutnya, anda di haruskan membuat duplikat surat ijin tesebut dan menyerahansalinan atau duplikat atau photocopy surat tersebut ke kantor administrasi pemakaman. SELESAi.
Jadi menurut anda apakah ini pelayanan satu pitu sedangkan saya sudah melalui bebrapa pintu untuk pengurusan surat tersebut……..
Saran saya jika anda berdomisili jauh dari TPU tersebut, anda siapkan dulu photocopy Kartu Keluarga, photocopy KTP anda dan materai 6000. Mengetahui lokasi kantor keluarhan terdekat dengan TPU tersebut dan mengetahui lokasi BANK DKI terdekat dari kantor kelurahan tersebut.

Ban Tubless sering kurang angin

22 Mar

Beberapa hari yang lalu saya baru saja menggati ban tubless, tapi tiap dua hari sekali ban tersebut kurang angin. Saya mampir ke tempat tambal ban dan kemudian ban tersebut di check oleh tukang tambal ban dengan cairan sabun, anenya tidak ada indikasi kebocoran pada ban tersebut. Ini terjadi beberapa kali dan akhirnya saya memakai ban dalam untuk ban tubless saya.

(kenapa pake ban dalam kalo ban tumbless????) Ini merupakan pemikiran saya dan mungkin sebagian dari bro and sist karena harga ban tubless yang lebih mahal dari ban biasa dan mengeluarkan uang extra untuk membeli ban dalam lagi.

Setelah browsing dan check n recheck ternyata ada beberapa sebab ban tubless kurang angin antara lain ban yang kurang pas dengan velg dan velg yang kurang sempurna atau spaleng. itu menyebabkan ban yang tidak menempel dengan sempurna dan menyebabkan celah untuk udara keluar.

Kendala yang terjadi pada ban tubless saya adalah velg yang tidak sempurna atau spaleng dan saya menemukan solusi sementara sampai saya bisa ganti velg baru nih….

kita pompa terlebih dulu ban sepeda motor paling tidak 40 psi, mengapa harus dipompa cukup keras, hal ini dikarenakan dengan tekanan ban seperti diatas bocor sekecil apapun jika memang ada akan mudah terlihat dan terdeteksi. Setelah ban dipompa atau diberi tekanan seperti yang sudah saya sebutkan langkah selanjutnya adalah memberi air sabun pada area disekitar pinggiran velg dan tunggu paling tidak 10 hingga 15 menit, karena jika bocornya sangat halus tidak akan langsung kelihatan tapi harus ditunggu beberapa saat.
Apabila sudah kelihatan bocornya dan sudah pasti karena velgnya yang bermasalah maka langkah-langkah untuk menanganinya adalah sebagai berikut :
• lepaskan terlebih dulu ban dari velgnya,
• bersihkan velgnya menggunakan amplas kasar,
• berikan sealent atau lem kaca,
• pasang kembali ban pada velgnya dan
• pompa dengan ukuran 35 psi

Biarkan ban dengan tekanan seperti itu paling tidak selama 2 hari baru kemudian dikempeskan sesuai dengan ukuran tekanan angin yang anda inginkan, hal ini perlu dilakukan dengan tujuan agar slier atau lem kacayang kita oleskan pada velg benar-benar merekat dan menempel dengan baik.
Cara ini biasanya berhasil dengan baik untuk mengatasi bocor pada ban tubles yang disebabkan karena velgnya bermasalah, dengan catatan kondisi velgnya tidak terlalu parah, namun jika kondisi velgnya sudah sangat parah lebih baik jangan dipaksakan untuk ban tubles, tapi gunakanlah ban dalam saja.

Semoga bermanfaat kalo ada pendapat yang lebih baik tolong di share …

Salam satu aspal

%d bloggers like this: